Minggu, 25 Desember 2016

CARA MENGETAHUI PERHITUNGAN BATRE HP

CARA MENGETAHUI PERHITUNGAN BATRE HANDPHONE



Sebelumnya penulis telah membahas bagaimana cara mengetahui baterai Nokia Original, pada kesempatan ini penulis mencoba membahas Daya Tahan Baterai Handphone. Di dalam kelistrikan daya diukur dengan satuan watt (SI) walaupun sering kali diukur dengan satuan Volt Ampere (VA). Mungkin kita sering membayar tagihan listrik dimana daya yang terpasang pada rumah kita adalah 900 VA. 900 VA artinya adalah 900 watt. Hasil ini diperoleh dari persamaan berikut: 

P = V.I

Dimana:
P : daya  dalam satuan watt
V : Tegangan dalam satuan Volt (V)
I : Kuat arus dalam satuan Ampere (A).

Jadi watt sama dengan ukuran VA.

Lalu bagaimana dengan daya tahan? Mungkin kita bisa memahami apa daya tahan ini. Daya tahap dapat diartikan kemampuan suatu benda untuk  bertahan. Daya tahan baterai berarti kemampuan baterai tersebut bertahan dalam jangka waktu tertentu.

Bagaimana mengukur daya tahan baterai? Sebagai orang awam, kita tidak dapat mengukur daya tahan baterai tanpa menggunakan suatu alat. Namun ada beberapa spesifikasi tertentu untuk mengetahui tahan tidaknya suatu baterai, misalnya apakah baterai tersebut Original atau tidak. Jika kita membeli handphone baru dari Dealer resmi, dapat dipastikan bahwa baterai handphone tersebut adalah original. Namun untuk menentukan daya tahan baterainya adalah berapa muatan baterai yang tertera pada baterai tersebut. Muatan baterai tersebut diukur dalam satuan mAh. mAH adalah singkatan dari mili Ampere Hour atau mili amper jam, misalnya pada baterai tertulis 300 mAh, 600 mAh, 1020 mAh, dan sebagainya. Di dalam kelistrikan satuan mAh setara dengan satuan muatan yakni coulomb yang sering dilambangkan dengan C. Persamaannya (rumusnya) diperoleh rumus kuat arus listrik yakni:


Dimana:
I = Kuat arus listrik dalam satuan ampere
Q = adalah muatan listrik dalam satuan coulomb (setara dengan ampere second/ampere detik)
t = Waktu dalam satuan detik

Dari persamaan di atas, persamaan muatan listrik dapat diperoleh diperoleh yaitu:

Q = I.t

Pada baterai handphone misalnya tertulis 300 mAh, jika di konversi ke satuan coulomb (atau ampere detik), menjadi sebagai berikut:


Nilai Q ini adalah muatan maksimum yang tersimpan dalam baterai tersebut, semakin tinggi nilai Q semakin baik baterai tersebut.

Berapa lama kira-kira daya tahan baterai tersebut?
Daya listrik dirumuskan dengan:

P = V.I 

Sedangkan I = V/R, jadi:


Lalu bagaimana dengan nilai R? Nilai R cenderung berubah dimana saat handphone dalam keadaan standby nilai R lebih kecil dibandingkan dengan saat handphone dipakai apalagi dipakai untuk mendengarkan musik, nilai R tentu saja besar. Jadi semakin besar nilai R semakin cepat muatan baterai tersebut habis. Jika muatan baterai dalam keadaan standby adalah 0,01 ohm, maka waktu yang dibutuhkan sampai muatan baterai dalam keadaan kosong maka daya baterai tersebut adalah:

Perhitungan di atas hanya asumsi saja, kemungkinan hambatan bisa lebih kecil atau lebih besar tergantung handphone. Namun yang Anda perhatikan saat membeli handphone atau baterai handphone adalah:
  1. Pastikan baterai yang Anda beli adalah baterai original begitu juga tingkat originalitas baterai tersebut berada pada berapa persen, misalnya 95%, 99% atau 99,99%. Semakin tinggi tingkat original semakin baik
  2. Belilah baterai handphone di dealer Resmi kalau tidak yakin bahwa baterai yang akan Anda beli  original atau tidak.
  3. Saat membeli baterai atau handphone, periksa nilai muatan baterai, semakin tinggi semakin baik, misalnya baterai dengan muatan 1080 mAh lebih baik dari pada 600 mAh.


SUMBER:
http://www.naskah.net/2012/04/cara-mengetahui-daya-tahan-baterai-hp.html

PERHITUNGAN MENGETAHUI JENIS BAN

PERHITUNGAN MENGETAHUI JENIS DAN FUNGSI BAN KENDARAAN

Ban merupakan bagian dari mobil yang juga memiliki peran besar dalam mendukung kinerja kendaraan tersebut. Permasalahan yang terjadi pada ban tidak hanya membuat mobil tidak dapat dikendarai, namun juga dapat menimbulkan kecelakaan.  Di lain pihak ban juga memiliki beragam spesifikasi yang terkadang membingungkan konsumen dalam menentukan pilihannya. Yang umum dijadikan panduan untuk memilih ban adalah disesuaikan dengan velg yang digunakan, merk dan harga. Ban yang mahal mungkin menawarkan berbagai kelebihan, namun jika spesifikasinya tidak sesuai maka kinerja yang dihasilkan mobil pun tidak optimal.



Oleh karena itu kenalilah terlebih dahulu spesifikasi ban sebelum menggantinya dengan yang baru. Berikut ini panduannya :

Kebutuhan
Tentukan kebutuhan akan penggunaan ban. Ban mobil yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari tentu memiliki standard yang berbeda dengan ban yang digunakan pada ajang kompetisi.

Tipe dan Ukuran
Ban yang menghasilkan kinerja optimal terhadap mobil yang digunakan adalah ban yang direkomendasikan oleh manufaktur atas dasar berbagai perhitungan. Untuk mengetahui tipe dan ukuran ban yang direkomendasikan oleh manufaktur kendaraan, cek di buku manual mobil yang bersangkutan atau pada bagian plakat yang melekat pada area sisi pintu.

Contoh ban ukuran 185/65/R15 :
Angka 185 menunjukkan ukuran lebar ban dengan satuan milimiter.
Angka 65 menunjukkan ukuran aspek ratio untuk ketebalan ban (%) dari lebar telapak ban.
Angka 15 menunjukkan ukuran diemeter velg dalam satuan inchi.

Variasi Ban
Sebagai contoh, ukuran P185/65/R15 88H. P di bagian depan merupakan symbol dari (Passenger) ini berarti ban tersebut diperuntukan bagi mobil penumpang. Misalnya, LT (Lite Truck) mengacu untuk ban yang biasanya digunakan pada truk yang beratnya sedang, ST (Special Trailer) untuk mobil trailer, T (Temporary) untuk ban cadangan. Sedangkan R berarti jenis ban radial. Umumnya terdapat 2 jenis ban di pasaran, jenis radial dan bukan radial (bias). Secara sepintas tidak ada yang beda, yang membedakan hanya pada konstruksinya saja.

Pola Tapak Ban
desain model atau pola tapak ban menentukan daya cengkram dan juga tingkat kenyamanan mobil. Tapak yang baik adalah yang berdesain normal. Untuk memberikan kenayamanan dalam penggunaan mobil sehari-hari.

Tipe alur V yang agressif memiliki kemampuan mencengkram aspal dengan baik. Ban alur ini juga mampu mereduksi suara dari putaran ban. Kelebihan ban jenis ini adalah kemampuan untuk memberikan pengendalian yang lebih baik terhadap kondisi jalan basah dan saat berbelok.

Kode Kecepatan dan Beban Maksimum
Layaknya kinerja mesin, kinerja ban pun memiliki keterbatasan. Perhatikan huruf yang tercetak pada didinding ban. Walau pun, ini dimaksudkan bagi mobil ber-spesifikasi balap. Tapi jika, Anda melajukan mobil sampai kecepatan maksimum, pastikan ban dapat bertahan terhadap panas akibat rotasi ban yang berputar kencang.

Contoh : P185/65/R15 88H

Load index adalah kode berupa angka yang menunjukkan beban maksimal yang dapat ditopang oleh satu ban mobil.
Angka 88 adalah kode Load Index, "88" berarti ban tersebut mampu menahan beban maksimal hingga 560 kg (lihat tabel di bawah) 
Beban tersebut sudah termasuk beban kendaraan, pengemudi, penumpang serta barang
bawaannya.

Jika Anda sering mengendarai mobil sambil membawa beban berat sebaiknya pilih ban mobil dengan load index yang lebih besar. Jika tidak ban akan lebih cepat rusak dan resiko terburuk ban bisa pecah!

Speed Rating/Symbol adalah kode berupa huruf yang menunjukkan batas kecepatan maksimal pemakaian ban.
Kode "H" disini menunjukkan batas kecepatan maksimal yang mampu diatasi oleh ban tersebut.

Dalam hal ini adalah hingga 210 km/jam (lihat tabel di bawah) Memacu
mobil melebihi batas speed rating bisa menyebabkan ban pecah saat dalam kecepatan tinggi.

Untuk tahu batas beban maksimum dan batas kecepatan maksimum ban anda, berikut daftar tabel load index dan speed rating ban mobil :





Perawatan
Merawat ban mobil tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan siapa saja; Jangan memadukan ban dengan spesifikasi berbeda, sesuaikan tekanan angin dengan yang direkomendasikan oleh produsen ban tersebut, jagalah kebersihan tapak ban, jangan biarkan kerikil atau kotoran lainnya melekat di sela-sela guratan ban, dan jangan menerjang lubang ataupun jalanan rusak.
SUMBER:
http://banbagus.com/blog/5_Tips-Memilih-dan-Mengenal-Spesifikasi-Ban-Mob

PERHITUNGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR

Uji Pertalite vs Premium vs Pertamax oleh Otomotifnet terkait Tenaga, Konsumsi BBM dll, Lengkap….!!!

Pertalite (RON 90) vs Premium (RON 88) vs Pertamax (RON 92)
MansarPost – Hal awal yang bisa kita ketahui dari perbedaan antara Pertalite, Premium dan Pertamax tentu adalah nilai oktannya, yakni RON 90 (Pertalite), RON 88 (Premium), dan RON 92 (Pertamax Biasa – warna Biru).. Naaahh mengenai perbedaan riilnya di lapangan, tentunya brosist sekalian masih pada penasaran khan, utamanya terkait pengaruh dari masing-masing jenis BBM tersebut terhadap tenaga, konsumsi bahan bakar, hingga pengaruhnya terhadap kebersihan ruang bakar..

Premium vs Pertalite vs Pertamax
Naaahh,, kebetulan brosist, pihak Otomotifnet sudah melakukan pengujian lapangan terhadap tiga jenis bahan bakar yang sudah mansarpost sebutkan di atas.. Mau tahu hasilnya seperti apa…?? Yuuuk dilanjut..
*Note : Motor yang dijadikan objek uji coba BBM ini adalah Yamaha Jupiter MX King 150, dimana rasio kompresinya sebesar 10,4 : 1
TENAGA
Secara teori, seharusnya semakin tinggi bilangan oktan, semakin bagus pembakarannya dan semakin besar pula tenaga yang didapat.. Hal ini rupanya bukan sekedar isapan jempol semata brosist, ada bukti data konkritnya, seperti :

 
Hasil dyno test Premium vs Pertalite vs Pertamax
* Hasil Dyno Test
Premium (RON 88)
Tenaga maksimum : 13,33 dk @ 8.650 rpm
Torsi maksimum : 12,45 Nm @ 6.900 rpm
Pertalite (RON 90)
Tenaga maksimum : 13,38 dk @ 8.650 rpm
Torsi maksimum : 12,64 Nm @ 6.800 rpm
Pertamax (RON 92)
Tenaga maksimum : 13,58 dk @ 8.650 rpm
Torsi maksimum : 12,81 Nm @ 6.750 rpm
Terlihat khaan, power dan torsi meningkat seiring dengan meningkatnya bilangan oktan bahan bakar.. Hasil yang diperoleh Pertalite berada diantara Premium dan Pertamax..
* Hasil Tes Akselerasi
Premium (RON 88)
0-60 km/jam : 4,8 detik
0-80 km/jam : 7,9 detik
0-100 km/jam : 14,3 detik
0-100 meter : 7,7 detik
0-201 meter : 11,9 detik
0-402 meter : 19 detik
Pertalite (RON 90)
0-60 km/jam : 4,7 detik
0-80 km/jam : 7,8 detik
0-100 km/jam : 14,1 detik
0-100 meter : 7,5 detik
0-201 meter : 11,7 detik
0-402 meter : 18,8 detik
Pertamax (RON 92)
0-60 km/jam : 4,7 detik
0-80 km/jam : 7,7 detik
0-100 km/jam : 13,8 detik
0-100 meter : 7,3 detik
0-201 meter : 11,5 detik
0-402 meter : 18,6 detik
Terlihat juga khaan, waktu yang dibutuhkan untuk berakselerasi semakin menurun seiring dengan meningkatnya bilangan oktan bahan bakar.. Hasil yang diperoleh Pertalite juga sama, berada diantara Premium dan Pertamax..
KONSUMSI BBM
Agak menarik niih brosist,, jika di sektor tenaga ketiga jenis bahan bakar hasilnya nyaris berbeda semua, maka di sektor konsumsi bahan bakar ini kemampuan Pertamax dan Pertalite sama, hanya Premium saja yang berbeda..

Perbandingan konsumsi BBM Premium vs Pertalite vs Pertamax
– Premium (RON 88) : 2,5 liter/100 km
– Pertalite (RON 90) : 2,4 liter/100 km
– Pertamax (RON 92) : 2,4 liter/100 km

Note : Rute yang dilalui yaitu
Kebon Jeruk –> Ciputat –> Alam Sutra –> Ciledug –> Kebon Jeruk
Tester 1 orang yang sama
Tinggi Badan : 173 cm
Berat Badan : 63 kg

LAIN-LAIN
* Gejala ngelitik
– Premium (RON 88) : YA
– Pertalite (RON 90) : TIDAK
– Pertamax (RON 92) : TIDAK
* Tambahan Aditif Pembersih (pengaruhnya terhadap kebersihan ruang bakar)
– Premium (RON 88) : TIDAK
– Pertalite (RON 90) : YA
– Pertamax (RON 92) : YA
* Harga
– Premium (RON 88) : Rp 6.500
– Pertalite (RON 90) : Rp 7.050
– Pertamax (RON 92) : Rp 7.750


* HARGA PER BULAN DESEMBER 2016

SUMBER:
https://mansarpost.com/2015/08/13/uji-pertalite-vs-premium-vs-pertamax-oleh-otomotifnet-terkait-tenaga-konsumsi-bbm-dll-lengkap/

PERHITUNGAN DAYA LISTRIK PADA MESIN CUCI

Perbandingan Perhitungan Daya Listrik Pada Mesin Cuci 


Mesin cuci merupakan peralatan rumah tangga listrik yang terdiri dari komponen-komponen listrik yang dirangkai sedemikian rupa, sehingga dapat berfungsi untuk mencuci, membilas dan memeras / mengeringkan pakaian. Mesin cuci merupakan kelompok alat rumah tangga listrik dalam penggolongan pengkondisian mekanis karena pada mesin cuci tenaga listrik dikonversi menjadi energi mekanik. Tenaga mekanik inilah yang dimanfaatkan untuk dapat melakukan fungsi mencuci, membilas dan mengeringkan pakaian. Mesin cuci memiliki tenaga pengerak elektrik yang sering disebut sebagai motor listrik dengan berbagai macam kapasitas. 

Adapun penulis disini akan menjelaskan perhitungan penggunaan daya listrik terhadap spesifikasi dari masing-masing mesin cuci tersebut dengan kapasitas masing-masing motor pencucian dan pengering tersebut berbeda input daya-nya.





Gambar Mesin cuci ES-T85C/F/BTK




Spesifikasi Mesin Cuci
ES-T85C/F/BTK
Sumber Listrik
220 V / 50 Hz
Kapasitas Pencucian / Pengeringan 
8 kg / 5,5 kg *(JIS)
Komsumsi Air
Level 1-75 / Level 2-65 / Level 3-55
Motor Pencucian
245 Watts (power Input)
Motor Pengeringan
105 Watts
Dimensi Eksternal
W=855 mm, D=495, H=995mm
Berat
22.5 Kg




Pemakaian Daya =Daya Listrik Mesin cuci x Waktu Pemakaian Daya Sebenarnya
                          ____________________  
                                      1000
                          ____________________________________________________
                                                Waktu Pemakaian Mesin Cuci


Misalnya, spesifikasi pemakaian daya pada mesin cuci berkapasitas motor pencucian adalah 245 Watt, pemakaian daya sebenarnya selama 1 jam hanyalah 40 menit. Hitunglah pemakaian daya sebenarnya dalam 1 jam adalah :
Diketahui        :           Daya motor pencucian mesin cuci = 245 Watt
Waktu Pemakaian Daya Sebenarnya = 40 menit
Waktu pemakaian = 1 jam = 60 menit
Ditanyakan: Pemakaian Daya ?

Pemakaian Daya =    245    x    40
                            ______
                            1000
                             ___________
                                     60
                         = 0,163 kwh




Gambar Mesin Cuci Aqua QW-781




Spesifikasi Mesin Cuci Aqua
QW-871
Capacity cloth wet / dry
8 kg / 6 kg
Unit Size
760mm x 445mm x 898mm
Rated Wash Input Power
380 Watt
Rated spin-dry input power
165 Watt
Rated Spin- dry power maximum
244 Watt
Rated frequency
50 hz
Net weight of product
19 kg
Maximum water pressure permitted maximum in the inlet
0.3 Mpa
Minimum water pressure permitted maximum in the inlet
0.02 Mpa
Water Capacity
60 L




Misalnya, spesifikasi pemakaian daya pada mesin cuci berkapasitas motor pencucian adalah 380 Watt, pemakaian daya sebenarnya selama 1 jam hanyalah 40 menit. Hitunglah pemakaian daya sebenarnya dalam 1 jam adalah :
Diketahui        :           Daya motor pencucian mesin cuci = 380 Watt
Waktu Pemakaian Daya Sebenarnya = 40 menit
Waktu pemakaian = 1 jam = 60 menit
Ditanyakan : Pemakaian Daya ?

Pemakaian Daya =    380    x    40
                            ______
                             1000
                            ______________
                                       60
                            = 0,253 kwh


Dari perhitungan masing masing penggunaan daya motor pencucian dan pengeringan dapat diketahui, daya motor pada tabel spesifikasi kedua mesin cuci tersebut memiliki kelebihan, kekurangan, dan pemakaian daya listrik yang berbeda akan tetapi hal ini dibandingkan dari segi daya listrik kedua motor tersebut dan tidak membandingkan features terbaru pada produk mesin cuci. Pemakaian daya listrik akan sangat berpengaruh pada pembayaran rekning listrik kita.



Referensi:
www.sharp-indonesia.com

www.sanyo.com

 
biz.